Gus Imin Salurkan Ribuan Paket Sembako untuk Korban Banjir dan Guru Ngaji di Lamongan
Reporter
Defit Budiamsyah
Editor
Nurlayla Ratri
19 - Mar - 2026, 08:15
JATIMTIMES – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan diwujudkan secara nyata oleh Ketua Umum DPP PKB sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Gus Muhaimin Iskandar.
Melalui inisiatif bertajuk "Joyful Ramadhan", sebanyak 2.000 paket sembako dan bantuan pangan keluarga disalurkan bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Baca Juga : OJK Malang Catat Lonjakan Layanan Konsumen, Aduan Penipuan dan Pinjol Ilegal Mendominasi
Penyaluran bantuan ini dilakukan secara maraton di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau akibat genangan air. Selain menyasar korban bencana, bantuan ini juga diberikan kepada para guru ngaji TPQ sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka.
Penyaluran bantuan diwakilkan oleh Staf Khusus Kemenko PM, Billy Aries, yang turun langsung ke lokasi-lokasi terdampak. Billy memastikan bantuan menjangkau titik-titik yang relatif terisolir guna memastikan distribusi tepat sasaran.
Adapun tujuh kecamatan yang menjadi fokus utama penyaluran meliputi Kecamatan Turi, Glagah, Karangbinangun, Kalitengah, Deket, Brondong dan Kecamatan Solokuro.
Kegiatan "Joyful Ramadhan" ini terlaksana berkat kolaborasi solid dengan berbagai elemen masyarakat dan organisasi keagamaan setempat, di antaranya, PCNU Lamongan, IKA PMII Kabupaten Lamongan, PC Fatayat NU Lamongan, Lembaga pendidikan keagamaan dan guru ngaji TPQ.
Dalam keterangannya, Billy Aries menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar bantuan material, melainkan dukungan moral bagi warga yang tengah diuji bencana di bulan puasa.
Baca Juga : Dari Kaset Suporter Chile hingga Malang, Begini Lahirnya Chant Ayo Ayo Arema
"Bantuan ini adalah wujud nyata perhatian pemerintah dan elemen masyarakat. Kami berharap ini bisa meringankan beban harian sekaligus memberi semangat bagi warga untuk bangkit kembali," ujar Billy.
Warga penerima bantuan menyambut aksi ini dengan penuh syukur. Mengingat banjir seringkali melumpuhkan aktivitas ekonomi, bantuan pangan ini dinilai sangat krusial bagi keberlangsungan hidup sehari-hari.
Melalui gerakan ini, diharapkan nilai gotong royong dan kepedulian sosial semakin mengakar kuat di masyarakat, terutama dalam menghadapi tantangan bencana alam di masa depan.
