Pelajar 14 Tahun Asal Pakisaji Tewas Tenggelam di Embung Babadan Ngajum

Reporter

Ashaq Lupito

01 - Jun - 2026, 05:18

Lokasi Embung Babadan di Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jawa Timur yang menjadi kawasan saat seorang remaja berenang sebelum akhirnya tenggelam dan ditemukan meninggal pada Minggu (31/5/2026). (Foto: Polsek Ngajum for JatimTIMES)

JATIMTIMES - Seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun berinisial R asal Desa Permanu, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur ditemukan tewas usai tenggelam pada Minggu (31/5/2026). Kejadian nahas yang dialami oleh seorang pelajar tersebut terjadi di area wisata sumber Embung Babadan, Desa Babadan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang.

Peristiwa yang dialami oleh seorang remaja tersebut juga sempat viral di media sosial. Berdasarkan sejumlah dokumentasi yang dihimpun JatimTIMES pada Senin (1/6/2026), nampak sejumlah personel gabungan dari kepolisian dan para relawan yang sedang mengevakuasi jenazah korban.

Baca Juga : Ketua PBNU Sekaligus MUI Sesalkan Pernyataan Ning Sisca, Gus Fahrur: Tudingan Pesantren Cabul Tak Disertai Data dan Fakta

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Ngajum AKP Bagus Wijanarko menyebut, kejadian korban tenggelam yang kini viral tersebut terjadi pada Minggu (31/5/3026). Yakni pada sekira pukul 13.00 WIB. 

"Korban kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal sekitar pukul 16.30 WIB," ujar Bagus dalam konfirmasinya kepada JatimTIMES yang dimuat pada Senin (1/6/2026).

Kronologi korban tenggelam tersebut bermula pada Minggu (31/5/2026) sekira jam 13.00 WIB. Pada saat itu, korban bersama dua orang temannya sempat memancing di embung.

"Kemudian korban berenang, karena tidak bisa berenang, korban akhirnya tenggelam," imbuhnya.

Mengetahui kejadian tersebut, kedua temannya berusaha membantu korban. Namun karena tidak kuat berenang, korban akhirnya tenggelam.

Baca Juga : Wali Kota Blitar Ajak Warga Bumikan Nilai-Nilai Pancasila, Kirab dan Pawai Lentera Buka Bulan Bung Karno 2026

"Para saksi tersebut kemudian memberitahu perangkat desa dan kemudian melaporkannya ke Polsek Ngajum," imbuhnya.

Personel gabungan dari kepolisian hingga sejumlah relawan kemudian diterjunkan ke lokasi kejadian guna melakukan pencarian. Sekitar 3,5 jam kemudian, korban akhirnya ditemukan di sekitar lokasi kejadian dalam kondisi telah meninggal.

"Atas persetujuan dan permintaan keluarga meminta agar jenazah korban langsung dimakamkan di rumah duka," pungkasnya.