10 Jenis Kecap Terbaik di Dunia Versi TasteAtlas 2026, dari Indonesia Masuk Empat Besar

Reporter

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy

02 - Jul - 2026, 06:59

Ilustrasi kecap. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Kecap merupakan salah satu bumbu yang hampir selalu hadir dalam berbagai hidangan di banyak negara. Meski sekilas terlihat serupa, setiap daerah memiliki jenis kecap dengan cita rasa, warna, hingga proses pembuatan yang berbeda.

Platform kuliner dunia TasteAtlas baru-baru ini merilis daftar 10 jenis kecap terbaik di dunia versi 2026. Daftar tersebut disusun berdasarkan penilaian pengguna yang telah diverifikasi.

Baca Juga : Harmoni Rasa dan Karya Nusantara: Ruang Mahasiswa PG PAUD Unikama Hidupkan Budaya lewat Kreasi Edukatif

Hingga 24 Juni 2026, TasteAtlas mencatat sebanyak 615 ulasan dengan 551 penilaian dinyatakan valid oleh sistem. TasteAtlas juga menegaskan bahwa pemeringkatan ini bukan untuk menentukan makanan terbaik secara mutlak, melainkan bertujuan memperkenalkan kuliner tradisional dari berbagai negara kepada masyarakat dunia.

Dalam daftar tersebut, jenis kecap asal China berhasil menempati tiga posisi teratas. Sementara itu, Korea Selatan menjadi negara dengan jumlah jenis kecap terbanyak yang masuk peringkat 10 besar.

Kabar membanggakan datang dari Indonesia. Kecap manis khas Nusantara berhasil menempati peringkat keempat. Sedangkan kecap asin Indonesia juga masuk dalam daftar, meski berada di posisi ke-20.

Daftar 10 Jenis Kecap Terbaik di Dunia Versi TasteAtlas 2026

1. Shèng Chóu (China)

Shèng Chóu merupakan kecap asin ringan dengan warna lebih bening dan tekstur yang encer. Dibuat melalui fermentasi kedelai, gandum, garam, dan air, kecap ini dikenal memiliki rasa gurih yang seimbang sehingga banyak digunakan sebagai penyedap utama dalam masakan Tiongkok.

2. Jiàng Yóu (China)

Jiàng Yóu adalah kecap asin berwarna gelap yang paling umum dijumpai. Terbuat dari fermentasi kedelai, gandum, garam, dan air, jenis kecap ini telah digunakan sejak masa Dinasti Han dan menjadi salah satu bumbu penting dalam kuliner China.

3. Lǎo Chōu (China)

Berbeda dengan Shèng Chóu, Lǎo Chōu memiliki tekstur lebih kental dengan warna yang jauh lebih pekat. Kecap ini sering digunakan untuk memberikan warna cokelat tua sekaligus memperkuat cita rasa gurih dan sedikit manis pada masakan.

4. Kecap Manis (Indonesia)

Kecap manis menjadi wakil Indonesia dengan menempati posisi keempat. Berasal dari Pulau Jawa, kecap ini memiliki tekstur kental menyerupai sirup karena menggunakan gula aren dalam jumlah besar.

Menurut TasteAtlas, kecap manis merupakan hasil adaptasi dari kecap yang dibawa perantau Tionghoa ke Nusantara. Melimpahnya gula aren kemudian melahirkan cita rasa manis yang kini menjadi ciri khas dan banyak digunakan dalam berbagai masakan Indonesia.

5. Yangjo-Ganjang (Korea Selatan)

Yangjo-Ganjang dibuat melalui fermentasi alami menggunakan kedelai, gandum, dan air garam. Proses tradisional tersebut menghasilkan rasa yang khas tanpa menggunakan metode kimia.

Baca Juga : Lewat Urunan, Tim Mahasiswa FSTEM UB Taklukkan Kompetisi Business Model Canvas

6. Gaeryang Ganjang (Korea Selatan)

Jenis kecap ini merupakan kecap modern yang paling banyak digunakan di Korea Selatan. Rasanya cenderung lebih manis dan konsisten karena diproduksi menggunakan kultur mikroba khusus.

7. Jin-Ganjang (Korea Selatan)

Jin-Ganjang mengalami proses fermentasi lebih lama dibandingkan jenis lainnya. Hasilnya adalah kecap berwarna sangat gelap, lebih kental, serta memiliki rasa umami yang kuat.

8. Jung-Ganjang (Korea Selatan)

Jung-Ganjang dikenal memiliki keseimbangan rasa asin dan manis yang baik. Proses fermentasi yang lebih panjang membuat cita rasanya semakin kompleks dan kaya.

9. Haet-Ganjang (Korea Selatan)

Haet-Ganjang merupakan kecap yang difermentasi dalam waktu lebih singkat. Biasanya hanya menggunakan hasil fermentasi pada tahun pertama sehingga menghasilkan karakter rasa yang lebih ringan.

10. Guk-Ganjang (Korea Selatan)

Posisi terakhir ditempati Guk-Ganjang, kecap asin tradisional Korea yang dibuat hanya dari kedelai dan air garam. Kecap ini umumnya digunakan sebagai penyedap untuk sup maupun berbagai hidangan berkuah.

Dominasi China dan Korea Selatan dalam daftar ini menunjukkan betapa beragamnya tradisi pembuatan kecap di Asia. Meski demikian, keberhasilan kecap manis Indonesia menembus empat besar menjadi bukti bahwa cita rasa khas Nusantara juga mendapat pengakuan di tingkat internasional.