Unikama Kirim Mahasiswa Jalani KKN dan PLP di Malaysia, Perkuat Implementasi Kerja Sama Internasional dengan UTeM
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Yunan Helmy
23 - Jul - 2026, 02:32
JATIMTIMES - Internasionalisasi perguruan tinggi tidak lagi cukup diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman atau pertukaran kunjungan antarkampus. Tantangan yang kini dihadapi adalah bagaimana kerja sama tersebut benar-benar menghadirkan pengalaman akademik lintas negara bagi mahasiswa.
Isu itulah yang mulai dijawab Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) melalui peluncuran International Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Praktik Lapangan Persekolahan (PLP) Program 2026, hasil kolaborasi dengan Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM). Program yang diluncurkan di Aula Abdul Rajab Unikama belum lama ini menjadi implementasi dari Memorandum of Understanding (MoU) yang sebelumnya disepakati kedua perguruan tinggi.

Melalui program tersebut, mahasiswa semester enam dari tiga program studi di bawah Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Unikama akan menjalankan KKN dan PLP di Malaysia. Mereka tidak hanya mengikuti pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga memperoleh pengalaman praktik pendidikan dalam lingkungan akademik internasional.
Baca Juga : Beli Saham AS di Mana? 5 Platform Beli Saham AS di Indonesia secara Mudah
Dekan FBS Unikama Rusfandi SPd MA PhD mengatakan program tersebut merupakan bukti bahwa kerja sama internasional harus menghasilkan program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa maupun dosen.

"Program ini merupakan implementasi kerja sama antara UTeM dan Unikama," ujarnya.
Rusfandi mengapresiasi UTeM yang telah menerima proposal kerja sama dari Unikama sehingga program tersebut dapat direalisasikan.
"Kami mengucapkan terima kasih atas diterimanya proposal yang kami ajukan. Semoga kegiatan ini memberi manfaat bagi kedua institusi sekaligus menjadi ruang pengembangan diri bagi dosen dan mahasiswa," katanya.
Bagi Unikama, program ini juga menjadi upaya menyiapkan lulusan yang memiliki pengalaman global. Wakil Rektor I Unikama Dr Choirul Huda MSi menilai pengalaman belajar di luar negeri seharusnya tidak berhenti pada mobilitas mahasiswa, tetapi mampu mengubah cara pandang mereka terhadap dunia pendidikan dan kehidupan bermasyarakat.

Menurut dia, mahasiswa yang mengikuti program internasional membawa identitas bangsa sekaligus reputasi perguruan tinggi.
"Mahasiswa membawa nama Indonesia dan Unikama. Karena itu, tunjukkan sikap yang baik, menjunjung tinggi gotong royong, sopan santun, serta mampu bekerja sama dengan siapa pun," ujarnya.
Ia berharap pengalaman tersebut menjadi bekal untuk menghadirkan perubahan setelah mahasiswa kembali ke Indonesia.
Baca Juga : Jalan Pantura Lamongan Krisis Penerangan, PK PMII Sunan Drajat Terima Janji Wakil Bupati
"Ketika kembali ke Indonesia harus ada perubahan mindset yang dapat memberikan kontribusi bagi perguruan tinggi," imbuhnya.
Dari sisi mitra, UTeM memandang program tersebut sebagai contoh bahwa kolaborasi perguruan tinggi semestinya diwujudkan melalui implementasi Tri Dharma, bukan sekadar kerja sama administratif.
Perwakilan UTeM Malaysia Dr Isma Addi bin Jumbri mengatakan mahasiswa akan mendapatkan pengalaman belajar dalam lingkungan multikultural, termasuk mengenal sistem pembelajaran berbasis teaching factory yang dikembangkan kampusnya.
"Program ini merupakan implementasi kerja sama yang telah memiliki MoU dalam lingkup Tri Dharma Perguruan Tinggi," katanya.
Ia menambahkan seluruh fasilitas telah dipersiapkan agar mahasiswa dapat mengikuti program secara optimal.
"Kalian akan belajar dari berbagai latar belakang. Bawalah nama baik institusi, tunjukkan profesionalitas, dan laksanakan setiap program dengan penuh tanggung jawab," pesannya.
Selain memberangkatkan mahasiswa, kolaborasi tersebut juga melibatkan tiga ketua program studi dari Unikama yang dijadwalkan memberikan kuliah tamu sesuai bidang keilmuan masing-masing. Skema ini menunjukkan bahwa kerja sama internasional tidak hanya berorientasi pada mobilitas mahasiswa, tetapi juga memperluas kolaborasi akademik antardosen serta penguatan jejaring keilmuan antara Indonesia dan Malaysia.
