Kondisi rumah korban sebelum petugas PMK Kabupaten Malang berhasil memadamkan kebakaran. (Foto: PPBK Kabupaten Malang for MalangTIMES)
Kondisi rumah korban sebelum petugas PMK Kabupaten Malang berhasil memadamkan kebakaran. (Foto: PPBK Kabupaten Malang for MalangTIMES)

Peristiwa kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Malang. Kali ini, rumah warga yang ada di Desa Jatirejoyoso, Kecamatan Kepanjen yang ludes akibat musibah kebakaran, Minggu (9/2/2020) malam.

Berdasarkan data yang dihimpun PMK Kabupaten Malang, pemicu kebakaran yang terjadi di rumah milik Sumatno tersebut diduga kuat karena percikan api dari korsleting listrik.

”Informasinya penyebab kebakaran karena korsleting arus listrik, pada kabel kendaraan sepeda motor milik korban,” terang Kepala Seksi PPBK (Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran) Kabupaten Malang, Agus Suyanto, Senin (10/2/2020) dini hari.

Peristiwa kebakaran yang terjadi di kediaman Sumatno ini, terjadi pada Minggu (9/2/2020) malam. Berdasarkan informasi yang dihimpun petugas, sesaat sebelum kejadian korban berniat memasukkan sepeda motor miliknya kedalam garasi.

Namun, saat mesin dinyalakan, tidak lama kemudian terjadi arus pendek pada sistem kelistrikan sepeda motor bebek tersebut. Lokasi kabel yang ada di dekat tangki bensin menyebabkan motor tersebut meledak.

Korban yang panik akhirnya meminta bantuan kepada masyarakat sekitar. Meski sempat dipadamkan dengan peralatan seadanya, namun kebakaran tetap tidak bisa dipadamkan. Kejadian ini akhirnya dilaporkan ke perangkat desa setempat, sebelum dilanjutkan ke PMK Kabupaten Malang.

”Tiga unit mobil pemadam dan beberapa personel yang dikerahkan ke lokasi kejadian, baru bisa memadamkan kebakaran sekitar 1,5 jam kemudian,” jelas Agus.

Pihaknya menambahkan, meski tidak ada korban jiwa, namun insiden kebakaran yang terjadi di rumah pria 60 tahun itu diperkirakan menyebabkan kerugian hingga puluhan juta.

”Tidak ada korban, hanya kerugian materil. Beberapa ruangan rumah dan satu unit motor ludes terbakar, kerugian ditaksir mencapai Rp 50 juta,” pungkasnya.

<