Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Belum lama ini, viral di media sosial dua petugas tengah membawa jenazah di sebuah pemakaman. Dalam foto tersebut terpotret dua petugas mengenakan perlengkapan medis tertutup dari ujung kepala sampai ujung kaki.

Sementara jenazah terbungkus rapat dengan kantong berwarna orange. Belakangan diketahui, foto tersebut merupakan potret pemakaman terhadap korban virus Corona atau Covid-19.

Sebagaimana diinformasikan, mengurus jenazah korban virus Corona memiliki protokol tersendiri. Tata cara mengurusnya harus sesuai dengan anjuran dunia medis. Salah satunya adalah sebagai bentuk upaya pencegahan penularan.

Ketua Tim Penanganan Covid-19 RSSA dr Didi Chandra menyampaikan, merawat pasien positif Corona yang meninggal dunia memang berbeda. Mulai dari saat memandikan hingga menguburkan jenazah. Dianjurkan agar semua dilakukan oleh petugas yang ada di rumah sakit.

"Semua dilakukan di rumah sakit sesuai persetujuan keluarga," katanya.

Dia juga menyampaikan jika jenazah korban virus Corona agar segera dikuburkan. Ketika dibawa ke rumah duka agar tidak berlama-lama dan secepatnya dimakamkan. Hal itu sesuai dengan yang diterapkan WHO dalam menghadapi penyakit menular.

Sebelum dimakamkan, petugas dan jenazah biasanya juga disemprot disinfektan. Tujuannya adalah untuk mencegah adanya penularan. Petugas juga diwajibkan mengenakan pakaian lengkap yang tertutup serta membersihkan diri dan mencuci tangan pasca menangani jenazah.

Selain itu, jenazah yang hendak dikuburkan setidaknya dikubur dengan jarak 50 meter dari sumber air dan 500 meter dari pemukiman terdekat. Sedangkan jika keluarga menghendaki dilakukan kremasi, agar kremasi dilakukan dengan jarak 500 meter dari pemukiman terdekat.

Sementara itu, Menteri Agama, Fachrul Razi, sebelumnya menyampaikan agar pengurusan jenazah muslim atau muslimah tetap memperhatikan ketentuan syariah yang dianjurkan. Selain itu juga menyesuaikan petunjuk rumah sakit.

Salah satunya seperti pelaksanaan salat jenazah. Masyarakat diimbau agar melaksanakan salat jenazah korban virus Corona di rumah sakit, tempat korban meninggal. Namun jika tidak demikian, salat jenazah bisa dilaksanakan di masjid yang sudah dilakukan proses pemeriksaan sanitasi secara menyeluruh. Disarankan agar salat dilakukan tanpa menyentuh jenazah.

 

<