Wacana Cawabup Tulungagung Tunggal Tak Bisa Realisasi, Terbentur UU | Trenggalek TIMES

Wacana Cawabup Tulungagung Tunggal Tak Bisa Realisasi, Terbentur UU

May 24, 2021 13:08
Sekretaris DPD Partai Nasdem Tulungagung Tatang Adi Wiyono menunjukkan surat dari Bupati Tulungagung, Senin 24/05/2021. (Foto: Muhsin/TulungagungTIMES).
Sekretaris DPD Partai Nasdem Tulungagung Tatang Adi Wiyono menunjukkan surat dari Bupati Tulungagung, Senin 24/05/2021. (Foto: Muhsin/TulungagungTIMES).

TULUNGAGUNGTIMES - Dewan Pimpinan Daerah Partai Nasional Demokrat (DPD Nasdem) Tulungagung pernah mewacanakan Calon Wakil Bupati (Cawabup) tunggal jika terjadi kesepakatan komunikasi politik dengan calon yang diusung PDI-P. 

Namun, wacana tersebut kandas terbentur aturan perundangan-undangan, padahal komunikasi dengan Cawabup yang diusung PDI-P sudah terlampaui.

Baca Juga : Hubungan Ganjar Pranowo & PDI-P Memanas, Pengamat Sebut Ada Jeruk Makan Jeruk

"Sudah ada pertemuan dan komunikasi, karena terbentur aturan, calon tunggal tidak bisa dijadikan alternatif. Dalam 
UU Nomor 10 Tahun 2016 dikatakan harus memunculkan 2 orang calon wakil Bupati," kata Sekretaris DPD Partai Nasdem Tulungagung Tatang Adi Wiyono di Kantornya, Senin (24/5/2021).

Menurut Tatang, tanggal 20 Mei 2021 kemarin, pihaknya sudah mengirimkan Berita Acara kepada DPP melalui DPD partainya sebagai tindak lanjut dari surat Bupati Tulungagung tentang usulan Cawabup masa jabatan 2018-2023.

Inti dari surat yang dikirimkannya ke DPP itu, untuk mempercepat turunnya rekomendasi 2  cawabup Tulungagung yang sudah melalui tahapan proses penjaringan partainya, yaitu Ketua DPD Partai Nasdem Tulungagung Ahmad Djadi dan Ketua Bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan DPD Partai Nasdem Tulungagung Heru Marsudi.

Tapi, Tatang juga tidak membantah, jika ada kemungkinan rekomendasi turun di luar dari 2 calon yang telah mengikuti tahapan proses itu karena sudah di luar kewenangannya. 

"Iya, itu di luar berita acara yang dikirimkan ke DPP. Dalam berita acara hanya untuk mempercepat keluarnya rekomendasi 2 nama yang sudah melalui proses penjaringan di DPD," jelasnya.

Terkait dengan kabar merapatnya Cawabup yang tidak mendapat rekomendasi dari PDI-P ke partainya, Tatang mengaku kabar tersebut tidak benar. Karena untuk tahapan pendaftaran sudah selesai. Jika melakukan komunikasi atau daftar ditingkat DPW atau DPP, dipastikan dirinya akan diajak komunikasi. Namun Tatang tidak membantah jika ada kemungkinan untuk menjalin komunikasi yang dilakukan Cawabup tersebut.

Baca Juga : Perhatikan, PPDB TK dan SD Mulai Hari Ini hingga 26 Mei 2021

"Untuk bukti-bukti (sudah melakukan komunikasi) tidak ada. Itu hanya prediksi tidak bukti-bukti faktual membangun komunikasi baik di tingkat DPW atau DPP," ungkapnya.

Ditegaskan, hasil komunikasi partainya dengan DPC PDI-P Tulungagung, bahwa tidak akan menerima Cawabup yang sudah mendaftar di partai lain, dan itu secara resmi sudah pernah disampaikan oleh Ketua DPP Partai Nasdem dan juga sudah ditembuskan ke DPW dan DPP partainya.

Untuk diketahui, Bupati Tulungagung sudah mengirimkan surat kepada Ketua DPD partai Nasdem untuk segera memberikan usulan Cawabup Tulungagung masa jabatan 2018-2023. 

Surat Bupati tertanggal 18 Mei 2021 itu sudah ditindaklanjuti oleh Partai Nasdem dengan mengirim surat ke DPP melalui DPW 2 hari setelah mendapat surat tersebut yakni tanggal 20 Mei 2021.

Topik
cawabup tulungagung Partai NasDem wacana cawabup tunggal PDI Perjuangan Bupati Tulungagung

Berita Lainnya