Stik Pancing Legenda di Tulungagung: Bahannya dari Bambu Ukur Jenazah | Trenggalek TIMES

Stik Pancing Legenda di Tulungagung: Bahannya dari Bambu Ukur Jenazah

Jul 09, 2021 18:02
Ilustrasi, net
Ilustrasi, net

TULUNGAGUNGTIMES - Hobi memancing ikan sering dianggap sebagai kegiatan yang membuang-buang uang dan waktu. Anggapan itu didasari para pemancing sering menghabiskan waktunya hingga berjam-jam menunggu sambaran ikan di mata kail.

Di zaman sekarang, para pemancing bahkan rela mengeluarkan uangnya untuk membeli perangkat mancing dengan harga hingga jutaan rupiah. Belum lagi biaya lain yang harus disiapkan saat hendak memancing, seperti membeli umpan, perbekalan konsumsi, dan lainnya. Padahal, hasil ikan yang didapat kerap tak sebanding dengan uang yang telah dikeluarkan.  

Baca Juga : Antisipasi Angka Kematian Tinggi, Polres Kediri Kota Bentuk Tim Pemulasaran Covid-19

Menurut para penghobby, memancing ikan justru banyak hal-hal positif yang bermanfaat bagi dirinya. Dari memancing, mereka merasa bahagia yang sulit diukur dengan uang. Memancing zaman sekarang, mayoritas telah menggunakan joran atau stik modern dengan berbagai merk dan bahan. 

"Dulu tak ada joran atau stik seperti ini," kata Said (54) pemancing ikan, sambil menunjukkan stik berbahan portabel fiber yang digunakan. 

Said menunjukkan satu joran lagi yang bentuknya tidak bagus dan hanya pendek terbuat dari bambu. 

"Ini joran bambu ukur mayat (jenazah). Zaman dahulu sangat dicari dan terkenal mudah mendapat ikan," ujarnya. 

Cara membuat joran pancing bambu ini, disebut Said, cukup mudah. "Ketika ada orang mati, dibutuhkan alat pengukur jenazah. Tujuannya untuk memberikan ukuran pada galian panjang kuburan, agar begitu jenazah hendak dikebumikan tidak sempit kuburannya. Dan alat yang biasa digunakan adalah bambu," ungkapnya. 

Jika tidak diambil, bambu ukur jenazah ini di Tulungagung biasanya ikut diuruk tanah ke dalam liang dan dikuburkan bersama orang yang meninggal. 

Baca Juga : Urai Masalah Ekonomi, Bappeda Tulungagung Kembangkan UMKM Berbasis Daur Ulang

"Orang dulu, meyakini bisa memberi manfaat. Jika bambu dijadikan alat pancing akan mendatangkan serta cepat mendapatkan ikan," imbuhnya. 

Bahkan pada masa lalu banyak yang percaya, hanya dengan kail dan tanpa umpan sekalipun ikan akan bisa tersangkut mata kail. 

Namun di sisi lain, lanjut Said, yang menyimpan dan mempergunakan bambu ukur jenazah akan dihantui oleh bayang-bayang arwah yang dikuburkan.

"Saat saya kecil, banyak cerita ada joran pancing ini jika malam bergerak sendiri sampai menimbulkan suara aneh ketika disimpan di suatu tempat. Baunya juga konon menyengat, menyeruap menjadi satu ruangan," pungkasnya. 

Topik
stik pancing bambu ukur jenazah pemancing ikan berita tulungagung

Berita Lainnya