Periksa Saksi, KPK Kejar Suap Proyek di Tulungagung | Trenggalek TIMES

Periksa Saksi, KPK Kejar Suap Proyek di Tulungagung

Apr 22, 2022 14:47
Gedung KPK / net
Gedung KPK / net

JATIMTIMES - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil tiga narapidana dalam kasus dugaan suap proyek pengerjaan di Kabupaten Tulungagung. Ketiga Narapidana itu adalah Syahri Mulyo, Agung Prayitno, dan Sutrisno, Jum'at (21/4/2022) kemarin.

"Pemeriksaan dilakukan di Kepolisian Resort Tulungagung," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK ALi Fikri dilansir dari Medcom, Kamis, 21 April 2022.

Baca Juga : Mitos Bisa Dapat Jodoh dengan Datang ke Coban Jodo 

 

Selain itu, KPK juga memanggil Notaris Paulus Bingadipura. Dalam kaitan kasus ini, keempat orang berstatus sebagai saksi. KPK berharap mereka semua kooperatif memberikan informasi yang dibutuhkan penyidik. Terkait penggunaan ruangan di Makopolres untuk pemeriksaan saksi-saksi ini, Polres Tulungagung belum memberikan konfirmasi. 

Sebelumnya, KPK menahan Direktur PT Kediri Putra (KP) Tigor Prakasa (TP), terkait kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten Tulungagung pada 2013-2018. Dia merupakan penyuap mantan Bupati Tulungagung Syahri Mulyo.

Tigor diduga memberikan sejumlah uang dalam bentuk fee proyek kepada Syahri Mulyo. Besaran nilai bervariasi menyesuaikan dengan nilai kontrak pekerjaan.

Baca Juga : 4 Tips Mudik Asyik dan Aman dengan Menggunakan Kendaraan Pribadi 

 

Tigor disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
KPK berita hukum tulungagung

Berita Lainnya