JATIMTIMES - Semangat para atlet Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Malang tak surut meski memasuki masa libur Lebaran. Di tengah suasana berkumpul bersama keluarga, para atlet tetap menyempatkan diri menjalani latihan secara mandiri demi menjaga performa.
Langkah ini diambil sebagai bentuk keseriusan dalam menyambut sejumlah kejuaraan penting yang sudah di depan mata. Dalam waktu kurang dari satu bulan, para atlet akan menghadapi dua ajang bergengsi, yakni Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Jatim Open 2026.
Baca Juga : THR Anak Cepat Habis? Ini Cara Mengatur Angpau Lebaran Anak Menurut Psikolog dan Perencana Keuangan
Pelatih PASI Kota Malang Onny Chanda Sofie menegaskan bahwa kondisi fisik atlet harus tetap terjaga meski berada di masa libur hari raya. Sebab, ia tak ingin atletnya justru tidak memperhatikan kondisi fisik pada momen libur Lebaran.
“Kami tetap latihan meski ada libur hari raya. Namun aktivitas itu dilakukan secara mandiri,” ungkap Onny.
Menurut Onny, jeda latihan meski hanya satu hingga dua hari bisa berdampak signifikan terhadap performa atlet. Bahkan, dibutuhkan waktu cukup lama untuk mengembalikan kondisi ke titik optimal setelah libur.
Kondisi ini diperparah dengan situasi para atlet yang pulang ke kampung halaman masing-masing, sehingga latihan bersama tidak memungkinkan. Selain itu, Stadion Gajayana yang biasa digunakan sebagai tempat latihan juga ditutup selama libur Idul Fitri.
Sebagai solusi, pelatih telah menyiapkan program latihan individu yang bisa dijalankan di rumah. Program tersebut difokuskan pada kondisioning tubuh agar para atlet tetap berada dalam performa terbaik.
Baca Juga : Diskon Tarif Tol 30 Persen Saat Arus Balik Lebaran 2026, Cek Jadwal dan Ruas Tol yang Berlaku
“Kalau mereka bisa menjalankan program dengan optimal, saya yakin tidak perlu banyak penyesuaian saat kembali latihan bersama,” tambah dia.
Latihan bersama sendiri dijadwalkan kembali setelah Ramadan berakhir. Para atlet akan kembali berkumpul dan menjalani program latihan intensif mulai Senin (23/3), sebagai langkah akhir pematangan menuju kompetisi.
