Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Saat Gejala Tak Terlihat, Peneliti Kembangkan Cara Baru Deteksi Hipotiroid pada Bayi

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : A Yahya

08 - Apr - 2026, 14:06

Placeholder
Alat deteksi dini Hipotiroid kongenital pada bayi baru lahir yang dikembangkan Prof. Dr. Aulanni’am bersama timnya (ist)

JATIMTIMES - Hipotiroid kongenital pada bayi baru lahir kerap menjadi ancaman yang luput terdeteksi. Bukan karena penyakitnya jarang terjadi, melainkan karena gejalanya yang nyaris tidak tampak di fase awal kehidupan. Akibatnya, banyak kasus baru diketahui ketika dampaknya terhadap tumbuh kembang anak sudah terlanjur terjadi.

Kondisi ini mendorong peneliti Prof. Dr. Aulanni’am bersama timnya mengembangkan metode deteksi dini yang lebih sensitif. Fokusnya bukan sekadar menghadirkan alat baru, tetapi menutup celah diagnosis yang selama ini menjadi persoalan dalam praktik medis.

Baca Juga : Gagal SNBP dan SPAN PTKIN 2026? Tenang Jalur UM-PTKIN Buka Pekan Depan, Cek Jadwalnya

“Gangguan ini harus dikenali sejak awal, karena berpengaruh langsung pada perkembangan anak. Tantangannya, gejala awal hampir tidak terlihat,” ujarnya, Selasa, (7/4/2026).

Pendekatan yang dikembangkan bertumpu pada teknologi imunologi melalui metode Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Metode ini sebenarnya telah lama digunakan dalam dunia medis, namun dalam penelitian ini dilakukan penguatan pada aspek kunci: kualitas antibodi sebagai alat deteksi.

Tim peneliti merancang antibodi poliklonal berbasis protein rekombinan human Thyroid Stimulating Hormone (hTSH). Protein ini digunakan untuk merangsang sistem imun menghasilkan antibodi dengan kemampuan mengenali biomarker hormon tiroid secara lebih luas dan presisi.

Dengan karakter tersebut, antibodi tidak hanya mengikat satu titik spesifik, tetapi mampu mengenali berbagai bagian dari target yang sama. Pendekatan ini meningkatkan peluang deteksi, terutama pada kondisi kadar hormon yang sangat rendah.

Dalam proses pemeriksaan, sampel darah bayi akan bereaksi dengan antibodi dalam sistem uji. Reaksi tersebut memicu perubahan warna melalui mekanisme enzimatik, yang kemudian dibaca secara optik. Dari intensitas warna inilah konsentrasi hormon dapat diukur secara kuantitatif.

Pendekatan ini menjadi penting karena selama ini keterbatasan sensitivitas alat sering kali menjadi penghambat deteksi dini. Pada banyak kasus, gangguan baru teridentifikasi setelah gejala klinis muncul, yang berarti intervensi sudah terlambat.

Baca Juga : Pendekatan Guru Jadi Faktor Kunci, TKA 2026 MTsN 2 Kota Malang Berjalan Lancar

Melalui inovasi ini, deteksi dapat dilakukan lebih awal, bahkan sebelum tanda-tanda klinis berkembang. Selain itu, desain antibodi yang lebih spesifik juga mengurangi potensi kesalahan hasil pemeriksaan.

Di sisi lain, penelitian ini juga mempertimbangkan aspek aksesibilitas. Dengan mengembangkan komponen berbasis riset mandiri, biaya produksi berpotensi ditekan, sehingga teknologi ini tidak hanya akurat tetapi juga lebih terjangkau untuk digunakan secara luas.

Lebih dari itu, pendekatan yang digunakan membuka kemungkinan pengembangan lebih lanjut. Platform berbasis antibodi dan ELISA yang dirancang bersifat fleksibel, sehingga dapat diadaptasi untuk mendeteksi berbagai penyakit lain dengan mengganti target biomarker.

Saat ini, pengembangan masih berada pada tahap prototipe. Namun minat dari sektor industri mulai muncul untuk membawa teknologi ini ke tahap produksi. Jika terealisasi, inovasi tersebut berpotensi menjadi salah satu solusi untuk memperkuat sistem skrining bayi baru lahir, sekaligus mencegah dampak jangka panjang yang selama ini sulit dihindari akibat keterlambatan diagnosis.


Topik

Pendidikan Hipootiroid prof aulannniam kesehatan bayi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Trenggalek Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

A Yahya