Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Penemuan Yoni di Kota Batu, Diduga Peninggalan Hindu Kuno

Penulis : Irsya Richa - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

15 - May - 2026, 20:07

Placeholder
Yoni yang berada di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Warga Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, dikejutkan dengan temuan batu kuno yang tersimpan di lahan bekas persawahan. Benda yang semula dikira sekadar lumpang biasa itu ternyata diduga merupakan yoni, artefak peninggalan Hindu kuno yang menguatkan dugaan adanya situs sejarah terpendam di kawasan tersebut.

Artefak tersebut ditemukan di lahan milik Majelis Maulid Wat Taklim Riyadlul Jannah yang saat ini digunakan sebagai area kegiatan pengajian dan acara keagamaan warga. Lokasi itu sebelumnya merupakan bekas sawah yang telah diratakan untuk dijadikan lapangan terbuka.

Baca Juga : Liburan ke Kota Batu Tanpa Macet, Cek Destinasi Wisata yang Dilalui Trans Jatim

Ketua RW 04 Desa Pendem, Muhammad Solikin, mengatakan warga awalnya tidak menaruh curiga terhadap batu tersebut karena bentuknya sekilas menyerupai alat penumbuk atau lumpang batu yang lazim ditemukan di area persawahan lama.

“Awalnya warga mengira itu hanya batu biasa atau lumpang. Setelah tanah diratakan dan bentuknya terlihat lebih jelas, baru muncul dugaan bahwa ini benda kuno,” kata Solikin, Jumat (15/5/2026).

Setelah laporan diterima, pemerintah desa segera berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Kota Batu untuk melakukan pengecekan. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa benda tersebut memang memiliki ciri khas yoni, yakni artefak berbentuk persegi dengan cerat yang biasa ditemukan pada situs peninggalan Hindu.

Sementara itu, Kepala Desa Pendem, Tri Wahyuwono Efendi, menambahkan proses identifikasi sudah dilakukan oleh petugas bidang kebudayaan.

“Begitu ada laporan dari warga, kami langsung koordinasi dengan dinas terkait. Saat ini sudah dicek dan hasil sementara mengarah pada temuan yoni,” kata Efendi.

Terpisah, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata Kota Batu, Hartarto, menjelaskan artefak tersebut memiliki ukuran sekitar 50 x 50 sentimeter dengan bentuk bujur sangkar. Pada bagian badan batu juga terlihat ornamen ukiran yang masih cukup jelas meski sebagian tertutup tanah.

“Dari identifikasi awal, ini memang yoni. Ceratnya masih terlihat dan ada ornamen pada badan batu. Selain itu, di sekitar lokasi juga ditemukan batu umpak yang diduga bagian dari struktur bangunan lama,” jelas Hartarto.

Baca Juga : Tak Lazim, Pria di Jombang ini Makan Kelapa sebagai Makanan Pokok

Menurutnya, dalam tradisi Hindu, yoni biasanya menjadi pasangan dari lingga sebagai simbol kesuburan dan pemujaan terhadap Dewa Siwa. Namun, hingga kini batu lingga yang seharusnya menjadi pasangan artefak tersebut belum ditemukan.

“Biasanya yoni berpasangan dengan lingga. Kemungkinan masih tertimbun di sekitar lokasi atau bisa saja sudah berpindah karena ukuran lingga biasanya lebih kecil,” tambahnya.

Temuan ini menambah daftar panjang jejak sejarah di kawasan Desa Pendem. Sebelumnya, wilayah tersebut juga beberapa kali menjadi lokasi penemuan benda arkeologis, mulai dari struktur bata merah kuno, arca, hingga koin peninggalan masa kolonial.

Pemerintah berencana melaporkan temuan tersebut ke Balai Pelestarian Kebudayaan Trowulan agar dilakukan kajian lebih mendalam. Jika hasil penelitian menguatkan dugaan sebagai artefak kuno, lokasi itu berpotensi menjadi salah satu titik penting dalam penelusuran sejarah peradaban Hindu-Buddha di Kota Batu.


Topik

Peristiwa Yoni artefak batu kuno penemuan yoni Desa Pendem Kecamatan Junrejo Kota Batu



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Trenggalek Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Sri Kurnia Mahiruni