JATIMTIMES - Seorang bocah perempuan berusia lima tahun berinisial SE warga Desa Urek-urek, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur diduga jadi korban penjambretan. Peristiwa tersebut terjadi saat korban bersama ayahnya pergi berenang ke Wisata Lembah Asri, Desa Kedok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang pada Selasa (2/6/2026).
Akibat kejadian tersebut, perhiasan berupa kalung emas yang dikenakan korban raib digondol jambret. "Perhiasannya berupa kalung anak, sekitar kurang lebih 10 gram," ujar ayah korban, H. Zainuddin saat dikonfirmasi JatimTIMES pada Rabu (3/6/2026).
Baca Juga : Sosok Sukiman Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan
Zainuddin menyebut, estimasi total kerugian akibat aksi penjambretan tersebut ditaksir mencapai puluhan juta. "Sebenarnya kalau uang mungkin tidak seberapa, tapi psikologi anak saya ini yang terpenting. Dia trauma, bilangnya takut, bahkan tidurnya sampai mengigau, tidak mau renang lagi," keluh Zainuddin yang juga merupakan Pengurus Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Malang ini.
Kronologi penjambretan bermula pada Selasa (2/6/2026). Sore itu sekitar pukul 15.30 WIB, Zainuddin beserta anaknya tiba di Wisata Lembah Asri. Tidak lama kemudian, mereka berenang.
"Iya, kami berdua saja, saya sama anak saya yang masih berusia lima tahun. Setelah selesai renang sekitar satu jam, pada sekitar pukul 16.30 WIB, anak saya, saya gantikan baju dulu, saya rapikan dan sudah pakai jaket," ujarnya.
Zainuddin kemudian membelikan anaknya makanan dan minuman di kantin yang ada di tempat wisata tersebut. Di rasa aman, Zainuddin kemudian ke kamar mandi untuk sekalian ganti baju usai menemani anaknya berenang.
"Anak saya posisi menunggu di gazebo yang ada di situ, karena saya ganti baju. Tidak lama, mungkin hanya sekitar lima menitan," imbuhnya.
Ketika ditinggal ganti baju itulah, korban didatangi oleh orang yang tak dikenal. Orang misterius tersebut kemudian menjambret perhiasan yang dikenakan korban.
"Ketika saya ganti baju, dia (anaknya, red) didatangi orang dan dijambret kalung milik anak saya tersebut," jelasnya.
Setelah selesai ganti baju, Zainuddin mendapati anaknya menangis tanpa bersuara alias hanya tersedu-sedu. "Setelah saya keluar dari kamar mandi, anaknya baru nangis kencang, teriak ketakutan sambil berkata: kalung, kalung," tuturnya.
Baca Juga : Percantik Hunian Lebih Hemat, Graha Bangunan Blitar Hadirkan Promo Nippon Ready hingga 30 Juni 2026
Spontan, Zainuddin berlari mendatangi anaknya. Ia kemudian berteriak minta tolong usai mengetahui anaknya telah menjadi korban penjambretan. "Pihak pengelola wisata kemudian datang untuk mencari di sekitar situ," imbuhnya
Namun, meski dicari bersama pihak pengelola, terduga pelaku penjambretan tersebut tidak ditemukan. Zainuddin akhirnya memilih untuk membawa anaknya pulang lantaran bocah perempuan berusia lima tahun tersebut nampak trauma.
"Karena pelakunya tidak ditemukan, saya akhirnya pulang. Tapi pada saat itu hanya ditemukan potongan bandul kalung di sekitar lokasi, di gazebo, jadi bandulnya itu ada tiga. Sedangkan yang terjatuh itu satu, yang dua termasuk kalungnya di bawa jambret," jelasnya.
Hingga akhirnya, keesokan harinya yakni pada Rabu (3/6/2026), Zainuddin melaporkan peristiwa penjambretan yang dialami anaknya tersebut ke Polsek Turen.
"Saat ini saya belum sampai rumah, masih di daerah Turen, habis membuat laporan polisi ke Polsek Turen. Sebenarnya kemarin mau lapor langsung, tapi anaknya ketakutan, rewel, nangis, trauma sampai tidur semalam itu mengigau. Sehingga baru hari ini buat laporan polisi," pungkasnya.
