Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Bersama Universitas Brawijaya, BPJS Ketenagakerjaan Beri Kesempatan Kuliah Bagi Anak Ahli Waris

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Dede Nana

18 - Aug - 2026, 15:20

Placeholder
BPJS Ketenagakerjaan bersama Universitas Brawijaya menjalin kerja sama untuk memperluas manfaat perlindungan, termasuk kesempatan jalur afirmasi bagi anak atau ahli waris penerima manfaat JKK dan JKM.(Foto: BPJS Ketenagakerjaan)

JATIMTIMES — Ketika seorang pekerja mengalami risiko, dampaknya tidak berhenti pada dirinya.  Ekonomi keluarga harus dipastikan tetap terus berjalan, pendidikan anak dan masa depan bagi orang yang ditinggalkan harus dipastikan tetap terus berjalan. Karena itu, perlindungan pekerja perlu hadir lebih jauh, bukan hanya ketika risiko terjadi, tetapi juga setelahnya.

BPJS Ketenagakerjaan bersama Universitas Brawijaya (UB) melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) memperluas manfaat jaminan sosial ke bidang pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, hingga pemberdayaan ekonomi. Salah satu bentuk konkretnya adalah memberikan kesempatan bagi anak atau ahli waris penerima manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti jalur afirmasi penerimaan mahasiswa baru UB. 

Baca Juga : Dinsos P3A Jember Berikan Pembekalan Kepada Ratusan Siswa Sekolah Rakyat

Kesempatan tersebut tetap mengikuti persyaratan dan proses seleksi akademik yang berlaku di UB. Melalui kerja sama ini, BPJS Ketenagakerjaan dan UB berupaya memastikan risiko yang dialami pekerja tidak menjadi penghalang bagi anak atau ahli waris untuk melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik. 

“Bagi kami, manfaat jaminan sosial tidak boleh berhenti ketika diterima oleh ahli waris. Kami ingin manfaat tersebut menjadi jalan bagi keluarga pekerja untuk melanjutkan pendidikan, mengembangkan potensi, dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat.

Makna kolaborasi tersebut kemudian diperluas melalui pengabdian kepada masyarakat dan pemberdayaan ekonomi. BPJS Ketenagakerjaan membuka ruang sinergi dengan program pembinaan dan inkubasi bisnis yang dimiliki UB, termasuk melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Berkelanjutan (PEKA) yang mengusung konsep 3P, pelatihan, produktif, dan profit.

Melalui pendekatan tersebut, penerima manfaat tidak berhenti pada pelatihan, tetapi didampingi agar mampu mengembangkan usaha dan memperoleh penghasilan yang berkelanjutan.

Rektor Universitas Brawijaya Widodo menilai kolaborasi tersebut sejalan dengan komitmen UB dalam memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima manfaat.

“BPJS Ketenagakerjaan tidak sekadar memberikan proteksi, tetapi juga memberikan manfaat untuk peningkatan kesejahteraan keluarga. Kalau kita bersinergi dengan program-program pembinaan yang ada di UB, tentu akan bagus sekali,” ujar Widodo.

Kolaborasi itu kemudian hadir langsung di tengah kehidupan akademik. Dalam kegiatan penerimaan mahasiswa baru Universitas Brawijaya di Malang, Senin (10/8), Saiful hadir sebagai narasumber untuk berbagi pengalaman dan wawasan kepada mahasiswa baru.

BPJS

Di hadapan mahasiswa, Saiful tidak hanya berbicara mengenai peran generasi muda, tetapi juga pentingnya memahami perlindungan sebelum memasuki dunia kerja. Ia mengingatkan ada tiga hal yang perlu diperhatikan calon pekerja, legalitas dan kredibilitas perusahaan, kejelasan perjanjian kerja, serta status kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

“Ketika nanti masuk ke dunia kerja, jangan hanya bertanya berapa gajinya. Tanyakan juga apa fasilitas atau benefit yang diterima dan apakah ada perlindungan BPJS Kesehatan serta BPJS Ketenagakerjaan. Karena bekerja bukan hanya soal mendapatkan penghasilan, tetapi juga memastikan diri kita terlindungi ketika menghadapi risiko,” ujar Saiful.

Pengetahuan tersebut diharapkan tidak berhenti di ruang kampus. Melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa akan berinteraksi dengan petani, pedagang, pelaku usaha, pekerja informal, dan berbagai kelompok masyarakat lainnya. Interaksi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk ikut memperluas literasi mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Mahasiswa memiliki posisi yang strategis karena mereka akan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Kami berharap pengetahuan mengenai jaminan sosial yang mereka peroleh dapat dibawa lebih jauh, sehingga semakin banyak pekerja memahami pentingnya perlindungan sebelum risiko terjadi,” kata Saiful.

Baca Juga : Pemkab Malang Segera Usulkan Deretan Pejabat ke BKN untuk Isi Jabatan yang Kosong

Dengan demikian, kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan dan Universitas Brawijaya tidak berhenti pada satu bentuk manfaat. Perlindungan hadir di lingkungan akademik, pendidikan tetap terbuka bagi anak pekerja, mahasiswa menjadi bagian dari literasi jaminan sosial, dan penerima manfaat memiliki ruang untuk tumbuh lebih mandiri.

Bagi BPJS Ketenagakerjaan, inilah makna Value Beyond Protection, manfaat jaminan sosial tidak berhenti ketika risiko terjadi atau manfaat dibayarkan, tetapi terus memberi dampak bagi pekerja dan keluarganya.

Karena perlindungan yang baik bukan hanya membantu seseorang melewati risiko, tetapi memastikan setelahnya masih ada pendidikan yang bisa diteruskan, kehidupan yang bisa dibangun, dan masa depan yang bisa diperjuangkan.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Mojokerto Imam Haryono Safii menambahkan, kolaborasi dengan Universitas Brawijaya menjadi bagian penting dari upaya memperluas manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan agar dapat dirasakan secara lebih luas oleh pekerja dan keluarganya. Menurutnya, perlindungan pekerja tidak hanya berkaitan dengan pemberian manfaat ketika risiko terjadi, tetapi juga bagaimana manfaat tersebut dapat menjadi pijakan bagi keluarga untuk tetap melanjutkan kehidupan dan meningkatkan kualitas masa depan.

“Kerja sama ini menunjukkan bahwa jaminan sosial ketenagakerjaan memiliki manfaat yang lebih luas dari sekadar perlindungan ketika terjadi risiko. Ketika anak atau ahli waris pekerja mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan keluarga penerima manfaat mendapatkan ruang untuk mengembangkan usaha, maka perlindungan tersebut benar-benar memberikan dampak jangka panjang,” ujar Imam.

Ia berharap sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan Universitas Brawijaya dapat terus dikembangkan, tidak hanya dalam bidang pendidikan, tetapi juga melalui pemberdayaan masyarakat dan peningkatan literasi jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Mahasiswa merupakan bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat. Ketika mereka memahami pentingnya jaminan sosial sejak berada di bangku kuliah, pengetahuan tersebut dapat dibawa ketika mereka memasuki dunia kerja maupun saat berinteraksi dengan masyarakat melalui kegiatan KKN. Kami berharap semakin banyak masyarakat yang memahami bahwa perlindungan harus dipersiapkan sebelum risiko terjadi,” tambah Imam.



 


Topik

Pemerintahan bpjs ketenagakerjaan universitas brawijaya ub



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Trenggalek Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Dede Nana

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan