JATIMTIMES - Universitas Islam Malang (Unisma) melalui mahasiswa Program Profesi Guru (PPG) Prajabatan resmi meluncurkan Be Smart and Talented in English (BESTE), program pengembangan bahasa Inggris berbasis kreativitas untuk siswa SMPN 13 Malang.
Inisiatif ini menjadi langkah strategis menjawab kebutuhan literasi global di kalangan pelajar, sekaligus memperkuat kolaborasi antara dunia kampus dan sekolah dalam menyiapkan generasi terampil di era digital.
Baca Juga : Kompak Bersama Unsur TNI, Wali Kota Malang Tinjau Pelaksanaan MBG
BESTE dirancang sebagai English Club yang mengedepankan pendekatan experiential learning, di mana siswa tidak hanya belajar teori, tetapi langsung mempraktikkan kemampuan melalui tiga cabang performa: pidato (speech), baca puisi (poetry reading), dan bercerita (storytelling).
Yolanda, ketua pelaksana program, menjelaskan bahwa BESTE hadir untuk mengisi celah sarana pengembangan bahasa Inggris di sekolah. "Banyak siswa punya bakat, tapi minim ruang untuk menyalurkannya. BESTE menjadi platform yang mengubah pembelajaran bahasa dari sekadar hafalan menjadi ajang eksplorasi bakat," ujarnya.
Program yang berjalan selama enam pekan ini menawarkan manfaat multidimensional. Pertama, siswa dilatih menguasai practical English skills seperti penyusunan teks pidato, teknik penguasaan panggung, dan penyampaian cerita dengan intonasi yang menarik. Kedua, melalui sesi performa, peserta secara tidak langsung membangun kepercayaan diri dan kemampuan berpikir kritis. "Kami ingin siswa tidak hanya jago berbahasa, tetapi juga berani menyuarakan ide di depan publik," tambah Yolanda.
Tak hanya itu, metode pembelajaran kreatif BESTE juga mendorong siswa mengekspresikan emosi dan imajinasi melalui puisi dan cerita, sehingga bahasa Inggris dipersepsikan sebagai alat komunikasi yang menyenangkan. Hal ini diamini oleh Kepala SMPN 13 Malang. "Program ini seperti katalisator. Kami melihat antusiasme siswa meningkat, bahkan yang sebelumnya pendekatan menjadi aktif berpartisipasi," ungkapnya.
BESTE tidak hanya memberi dampak positif bagi siswa SMPN 13 Malang, tetapi juga menjadi sarana pengembangan kompetensi mengajar bagi mahasiswa PPG Unisma. Sebagai bagian dari mata kuliah Projek Kepemimpinan, program ini memungkinkan calon guru merancang kurikulum inovatif sekaligus mengasah kemampuan mentoring.
Baca Juga : LSP UIN Malang Cetak Asesor Kompeten Berstandar Nasional
Dosen pembimbing Unisma menegaskan, "Ini adalah implementasi nyata teori kepemimpinan pendidikan. Mahasiswa belajar memetakan kebutuhan siswa dan menciptakan solusi relevan."
Ke depan, BESTE diharapkan menjadi model yang bisa direplikasi di sekolah lain. "Kami sudah menyusun modul yang bisa diadaptasi dengan konteks berbeda. Targetnya, program ini tidak berhenti di sini, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan untuk memperkuat daya saing pelajar Indonesia," tutup Yolanda.
Dengan kombinasi antara metode kreatif, dukungan institusi, dan semangat kolaborasi, BESTE menegaskan perannya sebagai terobosan pendidikan yang menjawab tantangan zaman.
