free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Sorogan, Metode Belajar Mengaji Kuno yang Masih Dipertahankan di Era Modern

Penulis : Sutrimo - Editor : Lazuardi Firdaus

12 - Aug - 2017, 01:45

Placeholder
Suasana santri ketika sorogan. Satu murid berhadapan dengan satu guru. (Foto: Sutrimo/Tulungagung TIMES)

Metode sorogan merupakan metode belajar mengaji yang paling kuno warisan pondok pesantren. Sampai hari ini, metode sorogan itu  masih dipertahankan di beberapa lembaga pendidikan Islam.

“Ada banyak pondok salaf dan pondok Alquran di Nusantara yang masih menjaga tradisi ini. Ada juga yang mengembangkan dengan formulasi-formulasi baru,” ungkap Faqih, salah satu ustad di Madrasah Diniah di Tulungagung.

Sorogan merupakan metode belajar dengan cara murid berhadapan langsung dengan guru. Metode ini tentu memiliki kelebihan sekaligus kekurangan. “Untuk metode sorogan, kekurangannya mungkin akan membutuhkan waktu lama. Murid harus antre satu persatu  untuk disimak ustad,” jelas Faqih.

Ustad yang sempat memperoleh beasiswa hafiz ini menambahkan, ternyata bacaan atau pemahaman santri selama persiapan sorogan, jika salah, bisa langsung didengarkan oleh ustad dan bisa langsung dibenarkan. “Kesalahan pemahaman kita setelah ditegur dan diarahkan oleh ustad atau kiai akan membekas dalam ingatan kita,” katanya.

Hal tersebut mungkin ada kaitannya dengan long term memory atau memori jangka panjang. Hal ini yang membuat ingatan lebih lama karena memiliki sisi yang berkesan di dalam hidup kita. (*)


Topik

Peristiwa Metode-Belajar-Mengaji-Kuno Sorogan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Trenggalek Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Sutrimo

Editor

Lazuardi Firdaus