free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pendidikan

Siapkan Lulusan Melek AI dan Sustainability, Administrasi Bisnis FIA UB Rombak Kurikulum

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

06 - Feb - 2026, 13:40

Placeholder
Dari kiri ke kanan: 1. Dr. Anni Rahimah, S.AB., M.AB., Ph.D - KPS Administrasi Bisnis 2. Agus Soenartono, S.Sos - BRI Danareksa Sekuritas 3. Muhammad Nur Rizki Oceano Puritanical, S.AB., MBA - CoLearn 4. Dina Rahayu Natalia, S.M – Alfath Corp 5. Dila Fina Alyura, M.Psi – Alfath Corp 6. Joni Prasetiyanto, SH.,MH., CPA., IT IL, CRGP - DAMRI 7. Andryu Salfikri, ST.,MM - PT.BUKIT ASAM PRIMA (Subsidiary of PT.Bukit Asam Tbk) 8. Dr. Saparila Worokinasih, S.Sos., M.Si - Wakil Dekan 2 9. Prof. Dr. Hamidah Nayati Utami, S.Sos., M.Si - Dekan FIA 10. Dr. Fadillah Amin, S.Sos., M.Si., Ph.D - Wakil Dekan 1 11. Rangga Irawan Prasetyo, S.P., MBA - PT Talixa AI Pte. Ltd. (Singapore) 12. Ardantya Syahreza, S.E. - Persada Hospital dan Founder M-Health 13. Benedictus Eendhiarto, S.AB (alumni) - PT Artha Motor Lestari (Thamrin Nine Group) 14. Iman Rahman, SE, M.BA - Sekjen HIMKI--Himpunan Industri Mebel dan Kreatif. (Foto: istimewa)

JATIMTIMES - Program Studi Sarjana Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) mulai tancap gas menyiapkan lulusan yang siap menghadapi perubahan dunia kerja. Isu kecerdasan buatan (AI) hingga keberlanjutan atau sustainability kini jadi fokus utama dalam penguatan kurikulum.

Langkah itu diwujudkan melalui kegiatan stakeholder meeting bertajuk “Workforce for a Greener, Smarter Future: Kebutuhan Kompetensi Berorientasi AI & Sustainability” yang digelar pada 2 Januari 2026 di Aula Lantai 4 Gedung B FIA UB. Forum ini mempertemukan akademisi, praktisi industri, pengguna lulusan hingga alumni untuk duduk bersama membahas kebutuhan kompetensi masa depan.

Baca Juga : 11 Jurusan UI Sepi Peminat di SNBP, Bisa Jadi Peluang Emas Lolos 2026

Sebanyak 13 stakeholder hadir langsung dan 9 lainnya mengikuti secara daring. Di antaranya Direktur Utama PT Bukit Asam Prima Andryusalfikri, ST., MM., Direktur Finance PT Damri Joni Prasetiyanto, SH., MH., CPA., IT IL, CRGP, serta Rangga Irawan Prasetyo, S.P., M.B.A. dari PT Talixa AI Pte. Ltd. (Singapore).

Sementara secara daring hadir Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour Dr. Christine Hutabarat dan Commissioner PT Subang Energi Abadi Dr. Samidi, MM., M.Kom.

Dekan FIA UB, Prof. Dr. Hamidah Nayati Utami, S.Sos., M.Si membuka kegiatan tersebut dengan menekankan urgensi pembaruan kurikulum. Ia menjelaskan mahasiswa Administrasi Bisnis harus kuat secara teori sekaligus unggul dalam pengambilan keputusan berbasis data.

Menurutnya, penguatan data analytics perlu dimulai dari literasi tools hingga kemampuan membaca tren dan memprediksi kebutuhan pasar. Hal itu dinilai penting untuk menjawab disrupsi AI dan ketatnya persaingan global.

Prof. Hamidah juga mendorong budaya inovasi lewat pembelajaran berbasis proyek dan studi kasus industri. Dengan begitu, mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki portofolio karya yang relevan dan siap diterapkan di dunia kerja.

Ketua Program Studi Sarjana Administrasi Bisnis FIA UB, Dr. Anni Rahimah, S.AB., M.AB., Ph.D memaparkan bahwa arah transformasi dunia kerja kini bergerak ke Digital & Creative Economy, AI & Tech-Driven Economy, Green, Blue Circular & Sustainability Economy, serta Care & People-Centered Economy.

Data yang dipaparkannya menunjukkan tren yang tak bisa diabaikan. Peminatan pekerjaan meningkat 2,4 kali lipat bagi individu yang memiliki keterampilan AI. Bahkan 69% pemimpin di Indonesia menyatakan tidak akan merekrut kandidat tanpa kompetensi AI.

Selain itu, sekitar 70% kebutuhan keterampilan kerja ke depan akan terdorong oleh integrasi AI. Meski demikian, 38% perusahaan tetap mencari kandidat dengan human skills yang kuat.

Temuan ini menunjukkan bahwa penguasaan AI saja tidak cukup. Kemampuan komunikasi profesional, problem solving, serta integritas tetap menjadi pertimbangan utama dunia industri.

Dalam diskusi bersama para stakeholder, sejumlah isu strategis turut mengemuka. Di antaranya Governance, Risk, and Compliance (GRC), digitalisasi, AI, serta sustainability.

Para narasumber menilai kurikulum Administrasi Bisnis perlu semakin praktis dan relevan dengan pasar global. Model pembelajaran berbasis proyek, simulasi dunia kerja, magang terstruktur, hingga kolaborasi dengan alumni dan industri disebut penting untuk memperkecil kesenjangan antara kampus dan dunia kerja.

Baca Juga : Ramp Check Ops Keselamatan Semeru di Jatim Park 1: 14 Bus Pariwisata Diperiksa, 2 Armada Masih Dapat Catatan

Penguatan kompetensi digital, data, AI, ESG/GRC, komunikasi profesional dan bahasa Inggris menjadi kunci agar lulusan mampu langsung berkontribusi sejak hari pertama bekerja.

Visi keilmuan Program Studi Sarjana Administrasi Bisnis sendiri berlandaskan pada corporate governance, kewirausahaan, dan proses administrasi. Targetnya jelas yakni mencetak pemimpin, entrepreneur, dan profesional yang beretika serta berorientasi pada keberlanjutan.

Penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) juga dipandang sebagai investasi strategis. Disebutkan bahwa bisnis yang menerapkan ESG berpotensi memperoleh keuntungan hingga hampir 33% dibandingkan yang tidak menerapkannya.

Suara alumni juga menjadi perhatian dalam forum tersebut. Para alumni mengungkap tantangan utama saat memasuki dunia kerja, mulai dari rendahnya kemampuan problem solving, adaptasi terhadap kompleksitas organisasi, hingga kebutuhan keterampilan AI praktis seperti prompting.

Alumni juga menekankan pentingnya inovasi, design thinking, dan pemahaman sustainability sebagai kompetensi kunci di era sekarang.
Respons atas masukan tersebut, Program Studi menegaskan komitmennya memastikan lulusan memiliki kompetensi terukur, integrasi human skills secara sistematis, serta menjadi jembatan kuat antara dunia akademik dan industri.

Program Studi Sarjana Administrasi Bisnis FIA UB tercatat sebagai Program Studi pertama di Indonesia yang menerima akreditasi internasional Accreditation Council for Business Education (IACBE) dari Amerika Serikat.

Melalui kegiatan Focus Group Discussion ini, FIA UB berharap kolaborasi dengan berbagai pihak semakin solid. Targetnya bukan sekadar menghasilkan lulusan berprestasi secara akademik, tetapi juga mampu memberi dampak nyata bagi dunia bisnis dan masyarakat secara berkelanjutan.

Penguatan kurikulum ini juga selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Integrasi kompetensi AI, literasi digital, human skills, serta pembelajaran berbasis proyek menjadi bukti keseriusan Administrasi Bisnis FIA UB dalam menyiapkan generasi profesional yang adaptif, beretika, dan siap bersaing di level global.


Topik

Pendidikan AI Sustainability Administrasi Bisnis FIA UB Universitas Brawijaya



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Trenggalek Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni