JATIMTIMES - Bayangan tentang peperangan besar di akhir zaman kerap memunculkan satu pertanyaan mendasar di kalangan umat Islam, dimana posisi terakhir yang akan menjadi titik pertahanan? Dalam sejumlah riwayat, sebuah wilayah di Suriah disebut memiliki peran penting sebagai benteng kekuatan kaum Muslimin ketika konflik besar itu terjadi.
Perang akhir zaman sendiri diyakini sebagai salah satu tanda mendekatnya hari kiamat. Narasi ini menggambarkan pertempuran antara orang-orang beriman melawan pihak yang memusuhi ajaran Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Seiring meningkatnya konflik global di berbagai belahan dunia, sebagian kalangan mengaitkannya sebagai isyarat awal dari rangkaian peristiwa besar tersebut, meski kepastian waktunya tetap menjadi rahasia Ilahi.
Baca Juga : Menjahit Ulang Gerakan MDS Rijalul Ansor Tulungagung, Berikut Dawuh Gus Fahmi
Di tengah perbincangan itu, nama Ghouta muncul sebagai wilayah yang disebut dalam hadis. Kawasan ini berada di sekitar Damaskus, ibu kota Suriah, membentang di sisi timur dan selatan kota. Secara geografis, Ghouta dikenal sebagai daerah subur yang mengelilingi Damaskus, terbentuk dari aliran Sungai Barada dan sejumlah anak sungainya. Dalam bahasa Arab, kata “ghuta” merujuk pada taman, menggambarkan kondisi wilayah yang hijau dan kaya sumber daya alam.
Selain dikenal sebagai kawasan agraris dengan kebun dan lahan pertanian yang luas, Ghouta juga memiliki posisi khusus dalam kajian eskatologi Islam. Hal ini merujuk pada sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang diriwayatkan dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu:
“Sesungguhnya benteng kaum muslimin saat perang (akhir zaman) berada di Ghouta, di dekat kota yang disebut Damaskus. Tempat itu termasuk wilayah terbaik di negeri Syam.”
(HR. Ahmad dan Abu Dawud, dishahihkan dalam Shahih al-Targhib wa al-Tarhib nomor 3097).
Riwayat tersebut menjadi dasar keyakinan sebagian ulama bahwa Ghouta akan berperan sebagai pusat pertahanan umat Islam pada masa-masa genting menjelang kiamat. Tidak hanya itu, terdapat pula hadis lain yang menyebut lokasi berbeda namun masih berada di kawasan yang sama, yakni A’maq dan Dabiq.
Dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
Baca Juga : Ribuan Jemaat di Kabupaten Malang Ikuti 119 Kegiatan Ibadah Minggu Paskah
“Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga bangsa Romawi turun di A’maq atau Dabiq. Lalu keluar menghadapi mereka pasukan dari Madinah, yang merupakan sebaik-baik penduduk bumi saat itu.”
A’maq dan Dabiq diketahui berada di wilayah sekitar Suriah, tidak jauh dari Damaskus. Dalam konteks ini, kawasan Syam sering disebut sebagai panggung utama berbagai peristiwa besar menjelang akhir zaman, sebagaimana termaktub dalam sejumlah hadis.
Meski demikian, penting untuk memahami bahwa seluruh riwayat tersebut merupakan bagian dari ajaran yang mengandung pesan keimanan dan kewaspadaan spiritual. Umat Islam diajak untuk memperkuat iman, bukan sekadar berspekulasi mengenai waktu dan detail peristiwa yang belum pasti terjadi. Ghouta bukan hanya dipandang sebagai wilayah geografis semata, tetapi juga simbol keteguhan dan harapan bagi umat Islam dalam menghadapi masa-masa penuh ujian di akhir zaman.
