JATIMTIMES - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, hadir dalam pelantikan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Tulungagung masa bakti 2025–2028, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Profesionalisme Dokter dan Solidaritas Organisasi dalam Pelayanan Kesehatan Tulungagung”.
Selain Ahmad Baharudin, acara ini turut dihadiri perwakilan IDI Wilayah Jawa Timur, Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI Tulungagung, jajaran Dinas Kesehatan, serta organisasi profesi kesehatan lainnya seperti PDGI, PPNI, IBI, IAI, dan Persagi.
Baca Juga : Siap Pangkas Belanja Pegawai 2027, Pemkot Malang Pastikan PPPK Aman Meski 663 ASN Pensiun
Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin mengucapkan selamat dan menyampaikan bahwa pelantikan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan awal dari tanggung jawab besar dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tulungagung, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada Ketua IDI terpilih beserta seluruh jajaran pengurus. Momentum ini harus dimaknai sebagai langkah awal untuk menjadikan organisasi semakin solid dan berkontribusi nyata bagi masyarakat,” tuturnya.
Menurutnya, IDI merupakan mitra strategis pemerintah daerah, terutama dalam upaya menekan angka kesakitan, meningkatkan ketepatan penanganan penyakit, hingga memperluas akses layanan kesehatan yang merata dan berkualitas.
Menurut Ahmad Baharudin, penguatan kolaborasi dalam program kesehatan seperti Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), percepatan penurunan stunting, penanganan angka kematian ibu dan bayi (AKI-AKB), serta pengendalian penyakit TB dan HIV, masuk dalam program prioritas.
Selain itu, ia juga mendorong penguatan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan yang masif, termasuk pemanfaatan media digital. Para dokter diingatkan untuk senantiasa menjunjung tinggi profesionalisme dengan berpedoman pada kode etik dan standar pelayanan medis.
“Kepercayaan masyarakat harus dijaga melalui integritas dan kualitas layanan,” tegasnya.
Untuk itu, peningkatan kompetensi menjadi kebutuhan mutlak di tengah perkembangan ilmu dan teknologi kesehatan yang pesat. Ia berharap IDI mampu menjadi wadah pengembangan keilmuan bagi para dokter, sehingga pelayanan kesehatan di Tulungagung semakin modern dan kompetitif.
Tenaga medis diharapkan untuk terus berinovasi dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, agar masyarakat tidak perlu mencari layanan kesehatan berkualitas ke luar daerah. “Masyarakat membutuhkan lebih dari sekadar keahlian medis. Empati, keramahan, dan kepedulian adalah bagian penting dari pelayanan kesehatan,” katanya.
Baca Juga : Gerakan Indonesia Asri, Bupati Jember Keluarkan SE: Ajak Seluruh Instansi Laksanakan Korvei Setiap Jumat
Pemerintah Kabupaten Tulungagung berkomitmen untuk terus meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan. Namun, ia mengingatkan bahwa kualitas layanan tetap bergantung pada dedikasi dan profesionalisme tenaga medis sebagai garda terdepan.
“Selamat bekerja kepada pengurus yang baru. Mari bersama mewujudkan Tulungagung yang lebih sehat dan sejahtera,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua IDI Cabang Tulungagung periode 2025–2028, dr. Moch Mundir Arif, Sp.THT-KL, MH, memaparkan visi kepemimpinannya yang dirangkum dalam akronim “MENGEMBARA”, yakni Mengayomi, Mengembangkan, dan Menyejahterakan.
Mengayomi berarti melindungi anggota dari berbagai persoalan, terutama terkait aspek hukum dan etik profesi. Mengembangkan berfokus pada peningkatan kapasitas dokter, baik di bidang medis maupun nonmedis. Sedangkan Menyejahterakan menitikberatkan pada upaya memperjuangkan hak serta kesejahteraan tenaga medis.
Dengan kepengurusan baru ini, IDI Cabang Tulungagung diharapkan semakin aktif sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus memperkuat profesionalisme dan kesejahteraan para dokter di daerah.
