Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Kesehatan

Awas! Dua Momok Mematikan Ini Intai Ibu Hamil di Magetan, Dinkes Langsung Ambil Tindakan Cepat

Penulis : Basworowati Prasetyo Nugraheni - Editor : Nurlayla Ratri

19 - May - 2026, 16:38

Placeholder
Kepala Dinas Kesehatan Magetan, Rokhmat Hidayat, membongkar dua momok terbesar yang kerap mengancam nyawa ibu hamil di wilayahnya, hipertensi dan pendarahan hebat.

JATIMTIMES – Ancaman fatal yang mengintai para ibu hamil di Kabupaten Magetan akhirnya memicu respons agresif dari pemerintah daerah. Menghadapi lonjakan tren ibu hamil berisiko tinggi selama tiga tahun terakhir, Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan langsung tancap gas dengan menggelar workshop edukasi khusus di Indoor Baru Trangkil, Desa Temboro, Kecamatan Karas, pada Selasa (19/5/2026).

Pemilihan Desa Temboro sebagai pusat gerakan bukan tanpa alasan. Wilayah ini tercatat mengantongi angka kehamilan tertinggi di Magetan, menjadikannya titik paling krusial untuk intervensi penyelamatan generasi masa depan lewat Gerakan Bumil Sehat yang dicanangkan Kementerian Kesehatan.

Baca Juga : Akademisi: Intimidasi Pemutaran Film Pesta Babi Picu Self Censorship di Tengah Masyarakat

Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, memberikan peringatan keras kepada para ibu hamil agar tidak meremehkan kontrol kandungan. Beliau menegaskan bahwa disiplin pemeriksaan adalah tameng utama melawan komplikasi persalinan.

“Jangan abai. Selama masa kehamilan, minimal harus periksa enam kali dan wajib USG dua kali. Fasilitas seperti posyandu desa dan pustu sudah siap melayani, jadi tidak ada alasan untuk tidak memeriksakan diri,” tegas Nanik.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Magetan, Rokhmat Hidayat, membongkar dua momok terbesar yang kerap mengancam nyawa ibu hamil di wilayahnya, hipertensi dan pendarahan hebat.

Menurut Rokhmat, banyak masyarakat yang belum sadar betapa mematikannya tensi tinggi saat hamil karena bisa memicu kejang (eklampsia). Begitu juga dengan pendarahan pasca-persalinan yang kerap terlambat ditangani. Sebagai langkah preventif, Dinkes mendesak konsumsi tablet tambah darah secara rutin.

Namun, Dinkes tidak ingin beban ini dipikul sendiri oleh sang ibu. Melalui gerakan SIJAMIL (Awasi dan Jaga Ibu Hamil), para suami dan keluarga inti kini dituntut melek situasi dan ikut bertanggung jawab penuh mendampingi masa kehamilan hingga fase kritis setelah melahirkan.

Baca Juga : Akademisi: Intimidasi Pemutaran Film Pesta Babi Picu Self Censorship di Tengah Masyarakat

Fakta mengejutkan turut dibeberkan berdasarkan data tahun 2025, di mana dari 9 kasus kematian ibu yang terjadi di Magetan, mayoritas justru bukan saat bersalin, melainkan pada masa nifas (hingga 42 hari setelah melahirkan). Kurangnya pemahaman keluarga mengenai tanda-tanda bahaya pada masa nifas dituding menjadi penyebab utama hilangnya nyawa tersebut.

Kabar baiknya, grafik kematian ibu di Magetan hingga Mei 2026 ini masih bertahan di angka nol. Momentum positif inilah yang ingin dijaga ketat oleh Pemkab Magetan. Melalui edukasi yang masif, target "Zero Death" hingga akhir tahun diharapkan bisa tercapai, sekaligus memutus mata rantai stunting sejak bayi dalam kandungan.


Topik

Kesehatan magetan dinas kesehatan magetan ibu hamil berisiko tinggi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Trenggalek Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Basworowati Prasetyo Nugraheni

Editor

Nurlayla Ratri

Kesehatan

Artikel terkait di Kesehatan