JATIMTIMES – Pemerintah Kota Blitar terus mematangkan persiapan operasional Sekolah Rakyat yang dijadwalkan mulai beroperasi pada pertengahan Juli 2026. Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin saat menggelar Ngobras II Bareng Mas Wali, salah satu rangkaian Soekarno Coffee Festival 2026, di halaman Kantor Wali Kota Blitar, Sabtu (27/6/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 150 peserta itu menghadirkan calon siswa Sekolah Rakyat, orang tua atau wali murid, serta pelajar SMA dan SMK di Kota Blitar. Forum tersebut menjadi ajang sosialisasi sekaligus ruang dialog untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai konsep, fasilitas, hingga mekanisme pembelajaran di Sekolah Rakyat.
Baca Juga : Jadwal Round of 32 Piala Dunia 2026, Bagan Lengkap hingga Waktu Kick-off
Dalam kesempatan itu, Wali Kota yang akrab disapa Mas Ibin menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata komitmen pemerintah menghadirkan pendidikan berkualitas tanpa memandang latar belakang ekonomi keluarga. Program yang didukung penuh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial tersebut diharapkan menjadi instrumen penting dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
"Hari ini kita bersama orang tua calon siswa Sekolah Rakyat. Kami memberikan sosialisasi mengenai perkembangan pembangunan sekaligus persiapan operasional sekolah yang direncanakan mulai berjalan pada pertengahan Juli. Yang paling penting, masyarakat memahami bahwa Sekolah Rakyat ini gratis karena seluruh pembiayaannya ditanggung pemerintah melalui Kementerian Sosial," ujar Mas Ibin.
Ia menjelaskan, melalui forum tersebut pemerintah juga memperlihatkan berbagai fasilitas dan sistem pendidikan yang akan diterapkan di Sekolah Rakyat. Para calon siswa dan orang tua diberikan gambaran mengenai kehidupan berasrama, keberadaan wali asuh, pengelola asrama, hingga pola pendampingan yang akan diterima peserta didik selama menempuh pendidikan.
"Orang tua perlu mengetahui bagaimana kehidupan anak-anak nanti di asrama, bagaimana sistem pendampingannya, siapa wali asuhnya, hingga bagaimana mereka bertemu dengan orang tua secara berkala. Sekolah Rakyat ini sangat premium, sangat bagus, dan masa depan peserta didiknya telah dipersiapkan pemerintah dengan baik," katanya.
Pendidikan Berkualitas untuk Semua Anak

Dalam sambutannya, Mas Ibin menegaskan bahwa filosofi utama Sekolah Rakyat adalah memastikan pendidikan berkualitas tidak menjadi hak kelompok tertentu saja. Menurutnya, setiap anak berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik.
"Ketika kita berbicara tentang Sekolah Rakyat, Pemerintah Kota Blitar ingin menegaskan kembali bahwa pendidikan berkualitas tidak boleh menjadi barang mewah. Pendidikan harus inklusif, merata, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat tanpa sekat sosial ekonomi," ujarnya.
Mas Ibin mengatakan, Sekolah Rakyat tidak hanya menawarkan pendidikan formal, tetapi juga pembentukan karakter melalui sistem pendidikan berasrama. Para siswa akan memperoleh pendampingan menyeluruh sehingga tumbuh menjadi generasi yang cerdas secara akademik sekaligus memiliki karakter kuat.
"Bapak dan Ibu tidak perlu cemas. Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah berkomitmen memberikan pendidikan berkualitas yang didukung fasilitas berasrama, pembentukan karakter, pendampingan, serta pemenuhan kebutuhan dasar siswa. Di sinilah kita sedang menyemai benih-benih Generasi Emas yang akan memimpin Indonesia pada masa depan," tegasnya.
Berdasarkan paparan yang disampaikan dalam sosialisasi, Sekolah Rakyat Kota Blitar dibangun di atas lahan seluas sekitar 55.542 meter persegi di Jalan Kali Kuning, Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjenkidul. Kawasan pendidikan tersebut dilengkapi ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, asrama putra dan putri, rumah ibadah, klinik kesehatan, kantin, gedung serbaguna, fasilitas olahraga, hingga ruang terbuka hijau.
Program ini juga menerapkan sistem sekolah berasrama dengan kurikulum nasional yang diperkaya pendidikan karakter, kepemimpinan, spiritualitas, nasionalisme, serta keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja. Seluruh siswa memperoleh pendidikan gratis, tempat tinggal di asrama, makan bergizi, pemeriksaan kesehatan berkala, hingga pendampingan intensif dari guru dan wali asuh.
Pembangunan Dipercepat, Operasional Dimulai 14 Juli
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Blitar Eka Atikah mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat terus dipercepat agar siap digunakan sesuai jadwal. Berdasarkan perkembangan terbaru, progres keseluruhan pembangunan telah mencapai sekitar 84 persen hingga pekan ketiga Juni 2026. Targetnya, seluruh pekerjaan rampung pada akhir Juli 2026 sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan nyaman.
Baca Juga : Ratusan Karyawan PT Fuyuan Situbondo Minta Pemerintah Tidak Tutup Perusahaan
"Alhamdulillah, sampai hari ini progres Sekolah Rakyat Kota Blitar sudah mencapai sekitar 84 persen. Meskipun kontrak pembangunan berakhir pada Agustus 2026, pekerjaan kami percepat sehingga saat kegiatan belajar mengajar dimulai sudah tidak banyak lagi aktivitas pembangunan," ujar Eka.
Ia menjelaskan, gedung SMP telah rampung 100 persen dan seluruh mebel, seperti meja, kursi, serta papan tulis sudah siap digunakan. Sementara pembangunan gedung SD masih terus berlangsung. Sejumlah fasilitas penunjang juga telah selesai dibangun, antara lain empat gedung asrama, satu rumah susun, kantin, dapur, gedung ibadah, serta infrastruktur dasar berupa sumur bor, sambungan PDAM, dan rumah pompa. Seluruh penyelesaian tersebut dilakukan untuk memastikan operasional Sekolah Rakyat dapat dimulai sesuai jadwal.
Eka memastikan kegiatan belajar mengajar akan dimulai pada 14 Juli 2026, diawali dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
"Jadwalnya tanggal 14 Juli 2026 sudah dimulai kegiatan belajar mengajar yang diawali MPLS. Anak-anak akan dikenalkan dengan lingkungan sekolah, asrama, tata tertib, sekaligus mengikuti berbagai kegiatan pembentukan karakter seperti baris berbaris dan aktivitas lainnya," ujarnya.

Membangun Generasi Emas Melalui Sekolah Rakyat
Pada tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Kota Blitar menargetkan menerima 270 siswa, terdiri atas tiga rombongan belajar jenjang SD sebanyak 90 siswa, SMP sebanyak 90 siswa, dan SMA sebanyak 90 siswa. Program ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang terdata dalam Desil 1 dan Desil 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), dengan mekanisme seleksi melalui verifikasi data, kunjungan rumah, serta wawancara.
Di akhir sambutannya, Mas Ibin mengajak seluruh orang tua dan pelajar memanfaatkan forum Ngobras sebagai ruang komunikasi terbuka demi menyukseskan penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Kota Blitar.
"Pemerintah Kota Blitar tidak bisa berjalan sendiri. Menyiapkan Generasi Emas adalah kerja kolaborasi antara pemerintah, orang tua, dan kemauan keras para pelajar itu sendiri. Jika semuanya berjalan seiring, saya yakin anak-anak Kota Blitar akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menyongsong masa depan," pungkasnya.
