Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Serba Serbi

Makanan Jatuh Belum 5 Detik Masih Aman? Uji Sederhana Tunjukkan Hasil yang Bikin Kaget

Penulis : Irsya Richa - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

18 - Aug - 2026, 18:21

Placeholder
Hasil pada makanan yang terjatuh menunjukkan adanya bakteri. (Foto: Instagram)

JATIMTIMES - Masih mengandalkan aturan “belum lima detik” untuk kembali memakan makanan yang jatuh ke lantai? Anggapan tersebut ternyata tidak bisa dijadikan patokan bahwa makanan masih aman dikonsumsi.

Komunikator Sains Andrea Novita menunjukkan hal tersebut lewat sebuah uji sederhana dengan membandingkan permen yang sengaja dijatuhkan ke lantai dengan permen yang langsung dikeluarkan dari kemasan.

Baca Juga : DPRD Kabupaten Blitar Maknai HUT Ke-81 RI, Semangat Proklamasi Jadi Energi Pembangunan

Dalam percobaan tersebut, permen dijatuhkan ke lantai selama kurang dari lima detik. Setelah itu, bagian permen yang bersentuhan dengan lantai digoreskan ke media untuk melihat adanya pertumbuhan mikroorganisme.

Sebagai pembanding, Andrea juga melakukan pengujian terhadap permen yang tidak jatuh dan masih dalam kondisi bersih setelah dikeluarkan dari kemasan.

Kedua sampel kemudian diinkubasi semalaman. Hasilnya menunjukkan perbedaan yang cukup mencolok.

Sampel permen yang sempat menyentuh lantai memperlihatkan pertumbuhan koloni mikroorganisme dengan bentuk dan warna yang beragam. Sementara sampel permen yang tidak jatuh menunjukkan pertumbuhan yang jauh lebih sedikit.

“Hasilnya kelihatan banget perbedaannya. Permen yang jatuh kurang dari lima detik ternyata sudah menunjukkan pertumbuhan koloni yang beragam di media,” kata Andrea.

Menurut Andrea, hasil tersebut menunjukkan bahwa durasi makanan berada di lantai bukan satu-satunya faktor yang menentukan terjadinya kontaminasi.

“Begitu makanan menyentuh permukaan, perpindahan mikroorganisme bisa saja terjadi. Jadi, lima detik bukan batas waktu yang membuat makanan otomatis tetap bersih,” jelasnya.

Ia menambahkan, tingkat kontaminasi juga dapat dipengaruhi oleh lokasi makanan terjatuh serta karakteristik makanan itu sendiri.

Baca Juga : Hari Kemanusiaan Sedunia 19 Agustus 2026: Sejarah, Makna, dan Cara Memperingatinya

“Seberapa kotornya tentu tergantung makanan itu jatuh di mana dan seperti apa jenis makanannya. Makanan yang lengket atau memiliki permukaan basah tentu punya kondisi yang berbeda dibandingkan makanan yang kering,” tambah Andrea.

Andrea juga mengimbau bahwa keberadaan koloni yang terlihat dalam media uji tidak serta-merta berarti seluruh mikroorganisme tersebut merupakan bakteri berbahaya. Jenis mikroorganisme dan tingkat risikonya memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Namun, percobaan tersebut dapat menjadi pengingat bahwa permukaan lantai bukanlah tempat yang bebas dari mikroorganisme.

“Kalau makanan sudah jatuh, pilihan paling aman ya dibuang dan mengambil makanan yang baru. Jangan menjadikan aturan lima detik sebagai jaminan bahwa makanan tersebut masih aman,” imbuh Andrea.

Dengan demikian, istilah “aturan lima detik” lebih tepat dipandang sebagai mitos yang tidak bisa dijadikan standar keamanan pangan. Kontaminasi dapat terjadi saat makanan bersentuhan dengan permukaan yang tercemar, bahkan dalam waktu yang sangat singkat.


Topik

Serba Serbi Makanan Jatuh Komunikator Sains Andrea Novita Sains



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Trenggalek Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Sri Kurnia Mahiruni