Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Olahraga

Menuju Usia Satu Abad, Persebaya Ajak Bonek dan Pemkot Bersinergi untuk Kota Surabaya

Penulis : M. Bahrul Marzuki - Editor : Yunan Helmy

30 - Aug - 2026, 14:16

Placeholder
Launching Tim Persebaya Surabaya.





JATIMTIMES - Persebaya telah resmi mengenalkan skuadnya untuk mengarungi Super League 2026-2027.  CEO Persebaya Azrul Ananda juga menyampaikan bagaimana timnya terus memperkuat fondasi klub melalui investasi pada pemain muda, pengembangan tim kepelatihan hingga sports science, serta membangun sinergi bersama Bonek, partner, dan Pemerintah Kota Surabaya. 

Azrul mengatakan, kekuatan sebuah klub profesional tidak bisa hanya diukur dari market value pemain yang dimiliki. Sebab, jika diibaratkan iceberg atau gunung es, market value hanyalah angka yang terlihat permukaan. 

Tapi, di balik itu, di bawah gunung es, ada sesuatu yang lebih bernilai. “Bicara market value, Persebaya mungkin tak akan menjadi yang tertinggi. Sebab, Persebaya
selama ini fokus pada pembinaan pemain pemain muda. Secara market value, angka mereka (pemain muda) tidak besar atau mungkin angkanya belum muncul. Tapi ada value yang besar di balik proses membawa mereka dari junior ke level yang lebih tinggi,” jelas Azrul. 

Selain itu, di Persebaya, investasi tidak berhenti pada pembelian pemain. Ada investasi besar
yang dilakukan untuk pembinaan pemain muda, tim kepelatihan, infrastruktur sports
science, system scouting, departemen analis, dan berbagai aspek lain yang mendukung
performa tim. 

Bahkan bicara tim kepelatihan, sebenarnya sudah sejak tiga tahun lalu Persebaya sudah
menjajaki komunikasi dengan Bernardo Tavares. Namun karena Tavares saat itu harus
menghormati kontrak dengan klub lamanya, maka misi itu baru bisa direalisasikan tengah
musim lalu. 

Dalam kesempatan itu, Azrul juga menegaskan, membangun Persebaya menjadi sebuah tim
yang profesional dan kuat butuh sinergi dari berbagai pihak. Mulai dari Bonek, pihak sponsorship, hingga Pemerintah Kota Surabaya.

Salah satu bagian penting dari perjalanan Persebaya adalah membangun hubungan yang
semakin positif dengan Bonek. Persebaya ingin mendorong semakin banyak hal baik yang lahir dari hubungan antara klub dan suporternya, sekaligus mengurangi berbagai hal yang selama ini menyebabkan kerugian bagi klub maupun Kota Surabaya. 

Dalam sembilan tahun terakhir, berbagai kejadian yang merugikan disebut telah menimbulkan dampak finansial yang sangat besar. Nilainya mencapai sekitar Rp20 miliar. 

Angka itu berasal dari denda, kehilangan pendapatan akibat pertandingan tanpa penonton (laga usiran), hingga biaya perbaikan kerusakan stadion dan Persebaya Store. 

“Bonek adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Persebaya. Karena itu, yang ingin kami bangun bukan sekadar hubungan antara klub dan suporter. Tetapi bagaimana kita
bersama-sama memperbanyak kebaikan dan menghilangkan hal-hal yang merugikan Persebaya dan Surabaya,” kata Azrul. 

Persebaya juga ingin mengajak Bonek melihat bahwa setiap tindakan di stadion memiliki
konsekuensi terhadap keberlangsungan klub. Misalnya saja pelanggaran terhadap penyalaan flare di pertandingan. Denda paling kecil dari kesalahan itu sekitar Rp50 juta. 

Padahal uang sebesar itu bisa dipergunakan untuk hal-hal positif lainnya. Sebab, uang sebesar itu setara dengan biaya operasional empat bulan untuk panti asuhan yang dikelola komunitas Bonek: Bonek Panti. 

Semangat sinergi juga diperluas melalui hubungan Persebaya dengan Pemerintah Kota
Surabaya dan jajaran muspida. Hubungan tersebut kini diarahkan ke tahap yang lebih jauh,
termasuk melalui pemanfaatan sarana olahraga di Surabaya dan keterlibatan Persebaya
sebagai amplifier untuk berbagai kampanye program-program Pemerintah Kota Surabaya. 

“Persebaya adalah bagian dari Surabaya. Karena itu, kami ingin hubungan dengan Pemerintah
Kota Surabaya bukan hanya terjadi ketika Persebaya bertanding. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan bersama untuk kota ini,” kata Azrul. 

Persebaya sebelumnya telah terlibat dalam berbagai kampanye dan program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, termasuk pembayaran parkir digital, pengelolaan sampah, serta kampanye pencegahan bencana. 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berterima kasih dengan kolaborasi yang sudah dihadirkan
Persebaya dan Bonek. Sebab, menurut dia, hal-hal baik tentang Surabaya bisa disampaikan
lewat Persebaya dan Bonek. 

“Terima kasih untuk Mas Azrul (Azrul Ananda), semua manajemen Persebaya, dan tentunya Bonek dan Bonita. Semoga langkah baik yang kita lakukan ini bisa bisa mewujudkan apa yang kita harapkan bersama, yakni Persebaya juara,” ujar Eri Cahyadi.


Topik

Olahraga Persebaya Surabaya Bonek Pemkot Surabaya



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Trenggalek Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

M. Bahrul Marzuki

Editor

Yunan Helmy

Olahraga

Artikel terkait di Olahraga